Rabu, 08 Juli 2020

CARA MENGATASI LAPTOP YANG TIDAK ADA TAMPILAN DI LAYAR TAPI LAMPU PADA TOMBOL POWERNYA TETAP MENYALA

CARA MENGATASI LAPTOP YANG GAK ADA TAMPILAN DILAYAR TAPI LAMPU PADA TOMBOL POWERNYA TETAP MENYALA

Haiii sobat semuaa di sini gue kepengen bagi ilmu buat sobat-sobat sekalian eh salah mau bagi cerita maksudnya  hehehehhhh,,, oh yah sobat dulu waktu gue awal” punya laptop gue sering di buat heran apalagi nih laptop pakai windows 8 sumpah kadang dibuat heran dengan kecanggihannya.  waktu itu gue ngecarger laptop gue tanpa di matiin  gue ngecargernya dari jam 10 malam sampe pagi jam 7 tiba-tiba paginya nih laptop gk mau berfungsi maksudnya gak mau berfungsi masa ia semua tombol udah gue pencet” ngotank atik kiri kanan tapi gk ada tampilan di layarnya sama skali trus gue pencet tombol powernya gk mau mati juga, lampunya tetap nyala wah gue kebingungan nih sobat, gue gk tau harus ngapain gue sms temen gue katanya coba deh di install ulang sp tau ada yang gk beres truss gue berfikir ini laptop baru dua minggu setelah di beli ,masa ia di install lagi, akhirnya gue mutusin browsing cari masalahnya nih laptop, awalnya gue udah takut banget kirain ini laptop udah rusak abis di internet bilangnya kemungkinan rusak jadi harus di bongkar, trusss gue mikir lagi. ini laptop masih baru masa ia di bongkar garansinya juga belum lewat, tapi klo mau di bawa ke tempat pembeliannya tanggal merah mana buka klo tanggal merah kayak gini akhirnya gue browsing lagi, nyari tyerus dan nyari, nah gue baru nemuin solusinya, ada sobat kita yang pernah ngalamin hal yang sama sama gue truss di artikelnya dia blang kemungkinan ini laptop sedang tidur (“sleep”) yah gue coba aja pencet tombol power selama 30 detik akhirnya tombol powernya mati yes asik udah bisa mati, truss gue nyalain deh wah udah baik seperti kayak biasanya. Nah buat sobat” yang ngalamin hal yang sma coba deh cara ini siapa tau bisa ngebantu. Berbagi pengalaman itu bagus kan sobat siapa tau bisa nambah ilmu nah cukup dulu yah artikel gue kali ini mudah-mudahan bisa ngebantu bye,,,,, bye,,,,,


Minggu, 05 Juli 2020

MAKALAH PROSES TERJADINYA ALAM SEMESTA

PROSES  TERJADINYA ALAM SEMESTA           

Makalah 

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Ilmu

Alamiah Dasar Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

UIN Alauddin Makassar 

Oleh

MARWAH

NIM. 20200115006 

NUR KHAIRATI  AMAR

                                                             NIM.20200115035 

MARHAMAH

NIM.

ASDAR

NIM.20200115016

FADLI ASHARI

NIM.20200115012 

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UIN ALAUDDIN MAKASSAR

                                                                                 2016

Jumat, 21 Oktober 2016

KEMULIAAN SEORANG PEREMPUAN DALAM ISLAM



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Perempuan merupakan makhluk ciptaan Allah swt untuk menjadi pendamping dan pelengkap bagi kau Adam. Sebagai seorang perempuan yang menganut agam islam tentu sudah mengetahui apa saja yang menjadi kewajiban atas dirinya baik sebelum ia berumah tanggga maupun setelah ia berumah tangga. Di saat sorang perempuan belum berumah tangga ada banyak kemuliaan-kemuliaan atau pun keistimewaan-keistimewaan yang dimilikinya. akan tetapi, bukan hanya sebelum berumah tangga seseorang  perempuan mempunyai keistimewaan namun setelah berumah tangga pun kemuliaan dan keistimewaan itu akan tetap ada. Untuk mengetahui lebih dalam tentang kemuliaan seorang perempuan maka akan dibahas berikut ini tentang kemuliaan-kemuliaan dan ataupun keistimewaan-keistimewaan itu beserta ayat-ayat yang membahasnya di dalam alquran.
B.       Rumusan Masalah
            Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, rumusan masalah yang timbul adalah “bagaimanakah kemuliaan seorang perempuan dalam islam”.
C.      Tujuan Penulisan
Dari beberapa uraian di atas kita bisa menyimpulkanan bahwa tujuan dari penulisan makalah ini adalah “untuk mengetahui kemuliaan-kemuliaan seorang perempuan dalam pandangan islam”. 
BAB II
PEMBAHASAN
A.       Pengertian Perempuan
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, perempuan (wanita) diartikan sebagai perempuan dewasa yakni orang yang mempunyai puki, dapat menstruasi, hamil, dan mrelahirkan anak. Tampak pengertian ini lebih melihat kepada aspek fisik perempuan. Pengertian perempuan yang lebih luas dikemukakan oleh Adil Athi Abdullah yaitu makhluk Allah swt. Yang mulia, pasangan lelaki, yang dilebihkan oleh Allah dengan ciri kehamilan, melahirkan, dan  menyusui, serta ketajaman kejiwaan seperti kasih sayang yang tinggi, kesabaran dalam mendidik anak, serta kelembutan jiwa.[1]
 Dari dua pengertian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa perempuan adalah sosok yang di karunia kelebihan oleh Allah swt yang berlimpah dan tidak terdapat pada diri seseorang lelaki mengapa? Karena, hanya perempuanlah yang memiliki puki dan dapat menyusui bisa hamil dan melahirkan, kemudian apa yang di paparkan oleh Athi Abdullah seorang perempuan lebih mempunyai rasa kasih sayang yang lebih tinggi dari pada seorang laki-laki saya sangat menyetujuinya sebab, kenyataanya dalam kehidupan bermasyarakat memang seperti itu.
           Dari paparan di atas, kita bisa mengetahui kedudukan seorang perempuan bagi seorang lelaki,  sangatlah penting karena dengan adanya perempuan kehidupan di muka bumi ini masih bisa tetap berlansung. Seandainya tidak ada perempuan mungkin kehidupan di muka bumi ini tidak akan berjalan sampai sejauh ini.
B.       Kemuliaan Seorang Perempuan dalam Islam
              Jauh sebelum islam datang menyinari bumi kedudukan perempuan tidak begitu penting bahkan perempuan seringkali menjadi tempat untuk melampiaskan hawa nafsu bagi kaum lelaki terutama paadaa zaman jahiliayah yang paling tragisnya  terjadi di negara Arab. Namun setelah islam datang dengan membawa ajarannya kedudukan perempuan yang dulunya tidak begitu penting sedikit demi sedikit keduduknnya berubah menjadi keistimewaan dan memiliki kemuliaan yang tinggi.
            Sungguh pada masa permulaan islam, para wanita telah mencapai puncaknya dalam kesucian, kehormatan, rasa malu dan kesopanan. Hal itu terjadi berkat keimanan kepada Allah swt dan rasul-Nya, serta mengikuti petunjuk al-qur’an dan sunnah. Pada masa itu, wanita mengenakan pakaian yang tertuup, mereka tidak mengenal membuka hijab dan berpakaian tak sopan di depan wanita lainnya, atau di depan muhrimnya. Tradisi yang lurus inilah yang di anut para wanita muslimah segala puji hanya milik Allah dari abad kea bad.[2]
            Jika pada permulaan islam itu para perempuan telah mencapai puncak kesucian, kehormatan, rasa malu dan kesopanan sampai berabad-abad, lalu bagaimana dengan masa sekarang ini? Menurut saya sudah tidak lagi sebagai mana kita lihat fenomena dari kebanyakan orang terutama para remaja saat ini tidak melakukan tradisi ini, mereka lebih mengarah kepada budaya yang kebarat-baratan yang sangat jauh dari ajaran kita dan tradisi kita dalam islam. Olehnya itu kita sebagai seseorang yang sadar akan hal itu marilah kita meneruskan tradisi yang selama ini telah memuliakan kita sebagai sorang perempuan agar tidak lenyap dan bisa di contoh oleh generasi kita kedepannya sampai tiba saatnya kehidupan dunia itu berakhir.

C.    Letak Kemuliaan Seorang Perempuan dalam Islam
           Kemuliaan seorang perempuan dalam pandangan islam terletak pada jilbabnya. Jilbab adalah identitas kemuliaan seorang muslimah, dan sekaligus benteng mereka dari berbagai gangguan orang-orang jahat yang mempunyai niat jahat kepada mereka. Maka maha benarlah Allah swt dalam firmannya:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang (Q.S Al-Ahzab:59).[3]
           Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa jilbab mereupakan lambang keislaman sekaligus benteng pertahanan dan perlindungan bagi seorang perempuan yang soleh, dari jilbab inilah mereka akan di kenal identitasnya.
           Adapun pemuliaan seorang perempuan dalam islam pada area poligama dijelaskan bahwa ketika seorang laki-laki beristeti lebih dari satu hendaklah mereka berbuat adil kepada isteri-isteri mereka, apabila seorang laki-laki tidak mampu berlaku adil maka cukuplah mereka menikahi seorang perempuan saja. Sebagaimana firman Allah swt dalam alquran surah Annisa ayat 3 sebagai berikut:
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلا تَعُولُوا
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.[4]
           Begitu di muliakannya perempuan dalam islam, bahkan para suami, yaitu yang paling berhak atas isteri-isteri mereka, tetap diperintahkan oleh Allah swt untuk tidak boleh berbuat sewenang-wenang kepada isteri mereka.
           Dari uraian di atas, jelaslah bahwa begitu dimuliakanya seorang perempuan dalam islam sehingga mereka para suami pun tidak bisa sewenang-wenang terhadap isterinya sendiri. Oleh karena itu patulah kita bersyukur karena telah memeluk agama islam, yang begitu memuliakan kita.

BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari beberapa uraian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa kemuliaan seorang wanita dalam pandangan islam terletak pada kesholehannya, jilbabnya, dan kemampuannya dalam menjaga diri, mendidik anak bagi yang sudah berkeluarga, serta menutupi auratnya agar terlindung dari orang-orang yang berniat jahat padanya. Sebagaimana kita sudah mengetehui dari beberapa uraian di atas bahwa perempuan dulunya tiga berharga dibumi ini sebelum islam datang tapi setelah islam datang para perempuan pun di angkat derajatnya dan sangat di muliakan di sisi Allah swt, olehnya itu marilah kita sama-sama menjaga semua ini agar kejadian yang terjadi beberapa abad yang lalu tidak terulang kembali. 
B.       Saran
Dari uraian latar belakang sampai simpulan, penulis berharap agar dengan adanya tulisan ini pembaca dapat menyadari bahwa dalam hidup ini kita harus menjaga segala dari dirinya sebagai sorang perempuan dan jika dia adalah seorang lelaki sekiranya bisa menghargai seorang perempuan karena kemuliaan seorang perempuan itu tergantung dari caranya menjaga diri dan terhindar dari hal-hal yang dapat membuat kemuliaannya dan keistimewaannya itu hilang karena salah satu yang dapat membuat hal itu hilang adalah seorang lelaki.
DAFTAR PUSTAKA

 Zaid Abu Syaikh Bakar, bin Abdullah. Menjaga Citra Wanita Islam. Cet. I; Jakarta, 2003.
Efendi, Sofyan. Hadis Web. http://opi.110mb.com, 2006.
Nur Abduh, Muhammad. Persaksian Perempuan dalam Alquran: Makassar Alauddin University Press: 2012.      




    [1] Muhammad Nur, Abduh persaksian perempuan dalam alquran  (Makassar: Alauddin University press 2012) h.1

[2] Syaikh Bakar bin Abdullah Abu Zaid Menjaga citra wanita islam  (Cet. I; Jakarta: 2003), h.189
[3] Sofyan Effendi , Hadis Web (Disusun Sejak Tanggal27 Maret 2006 Email: Sofyan@Madinah.cc). Http://Opi.110mb.com/ Last Ubdate: 11 Juli 2007

[4] Sofyan Effendi , Hadis Web  (Disusun Sejak Tanggal27 Maret 2006 Email: Sofyan@Madinah.cc). Http://Opi.110mb.com/ Last Ubdate: 11 Juli 2007.

Minggu, 28 Februari 2016

CARA GAMPANG MEMBUAT PANTUN



            Hai sobat,,,,,,, gue mau bagi dikit nih tentang ilmu untuk membuat pantung, untuk  tugas bahsa Indonesia gituuu,,, waktu SMA gua pernah disuruh buat pantun secara berkelompok trus pantunnya itu isinya harus nyambung terus, nah buat sobat” yang kepengen atau punya tugas kayak gituan caranya mudah kok yang pertama buat isinya dulu nah klo isinya udah selesai barulah buat sampirannya klo mau lebih mudah lagi usahakan bait pertama pada sampirannya sama awal katanya dengan bait pertama pada isinya sobat. Untuk lebih jelasnya baca nih pantun buatan gue sendiri oh yaa pantun di bawah ini dapat nilai 99 lho dari guru bahasa Indonesia gue,,, bukan maksudnya pamer yah cuman mau ngasih tau ajaaa heheheheh,,,,.
PANTUN KARYA SENDIRI
Ø  Meskipun aku mulai jenuh
Namun aku masih untukmu
Meskipun jarak sudah menjauh
Namun rinduku selalu untukmu
Ø  Memang aku suka berburu
Tapi kubukan pemburu hubungan
Memang aku suka cemburu
Tapi kubukan penghancur hubunga.




PANTUN BERSAMBUNG KARYA SENDIRI
Ø  Ada durian disusun sejajar
Darimana durian itu berasal
Ada siswa rajin belajar
Di hari kemudian tidak menyesal
Ø  Memang hidup banyak menghambat
Datang hadiah hanya untukmu
Jangan suka datang terlambat
Datang terlambat kurang ilmu
Ø  Walaupun saya suka membabat
Asal aku tidak membabat hatimu
Walupun datang terlambat
Asal jangan terlambat ilmu
Ø  Jangan suka mengurung waktumu
Jika lama di atas ranjang
Biar aku terlambat ilmu
Tapi perjalanan masih panjang
Ø  Jika ingin menanam kacang panjang
Gunakan hasil untuk beramal
Jika perjalanan masih panjang
Untuk apa berusaha maksimal
Ø  Memang banyak orang berambut panjang
Tapi tak seindah rambut sebahu
Memang perjalanan masih panjang
Tapi umur siapa yang tahu
Ø  Melihat adik salat dan berdoa
Hati tersentuh untuk beribadah
Berusaha tanpa berdoa
Hidup tidak akan berkah