Jumat, 21 Oktober 2016

KEMULIAAN SEORANG PEREMPUAN DALAM ISLAM



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Perempuan merupakan makhluk ciptaan Allah swt untuk menjadi pendamping dan pelengkap bagi kau Adam. Sebagai seorang perempuan yang menganut agam islam tentu sudah mengetahui apa saja yang menjadi kewajiban atas dirinya baik sebelum ia berumah tanggga maupun setelah ia berumah tangga. Di saat sorang perempuan belum berumah tangga ada banyak kemuliaan-kemuliaan atau pun keistimewaan-keistimewaan yang dimilikinya. akan tetapi, bukan hanya sebelum berumah tangga seseorang  perempuan mempunyai keistimewaan namun setelah berumah tangga pun kemuliaan dan keistimewaan itu akan tetap ada. Untuk mengetahui lebih dalam tentang kemuliaan seorang perempuan maka akan dibahas berikut ini tentang kemuliaan-kemuliaan dan ataupun keistimewaan-keistimewaan itu beserta ayat-ayat yang membahasnya di dalam alquran.
B.       Rumusan Masalah
            Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, rumusan masalah yang timbul adalah “bagaimanakah kemuliaan seorang perempuan dalam islam”.
C.      Tujuan Penulisan
Dari beberapa uraian di atas kita bisa menyimpulkanan bahwa tujuan dari penulisan makalah ini adalah “untuk mengetahui kemuliaan-kemuliaan seorang perempuan dalam pandangan islam”. 
BAB II
PEMBAHASAN
A.       Pengertian Perempuan
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, perempuan (wanita) diartikan sebagai perempuan dewasa yakni orang yang mempunyai puki, dapat menstruasi, hamil, dan mrelahirkan anak. Tampak pengertian ini lebih melihat kepada aspek fisik perempuan. Pengertian perempuan yang lebih luas dikemukakan oleh Adil Athi Abdullah yaitu makhluk Allah swt. Yang mulia, pasangan lelaki, yang dilebihkan oleh Allah dengan ciri kehamilan, melahirkan, dan  menyusui, serta ketajaman kejiwaan seperti kasih sayang yang tinggi, kesabaran dalam mendidik anak, serta kelembutan jiwa.[1]
 Dari dua pengertian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa perempuan adalah sosok yang di karunia kelebihan oleh Allah swt yang berlimpah dan tidak terdapat pada diri seseorang lelaki mengapa? Karena, hanya perempuanlah yang memiliki puki dan dapat menyusui bisa hamil dan melahirkan, kemudian apa yang di paparkan oleh Athi Abdullah seorang perempuan lebih mempunyai rasa kasih sayang yang lebih tinggi dari pada seorang laki-laki saya sangat menyetujuinya sebab, kenyataanya dalam kehidupan bermasyarakat memang seperti itu.
           Dari paparan di atas, kita bisa mengetahui kedudukan seorang perempuan bagi seorang lelaki,  sangatlah penting karena dengan adanya perempuan kehidupan di muka bumi ini masih bisa tetap berlansung. Seandainya tidak ada perempuan mungkin kehidupan di muka bumi ini tidak akan berjalan sampai sejauh ini.
B.       Kemuliaan Seorang Perempuan dalam Islam
              Jauh sebelum islam datang menyinari bumi kedudukan perempuan tidak begitu penting bahkan perempuan seringkali menjadi tempat untuk melampiaskan hawa nafsu bagi kaum lelaki terutama paadaa zaman jahiliayah yang paling tragisnya  terjadi di negara Arab. Namun setelah islam datang dengan membawa ajarannya kedudukan perempuan yang dulunya tidak begitu penting sedikit demi sedikit keduduknnya berubah menjadi keistimewaan dan memiliki kemuliaan yang tinggi.
            Sungguh pada masa permulaan islam, para wanita telah mencapai puncaknya dalam kesucian, kehormatan, rasa malu dan kesopanan. Hal itu terjadi berkat keimanan kepada Allah swt dan rasul-Nya, serta mengikuti petunjuk al-qur’an dan sunnah. Pada masa itu, wanita mengenakan pakaian yang tertuup, mereka tidak mengenal membuka hijab dan berpakaian tak sopan di depan wanita lainnya, atau di depan muhrimnya. Tradisi yang lurus inilah yang di anut para wanita muslimah segala puji hanya milik Allah dari abad kea bad.[2]
            Jika pada permulaan islam itu para perempuan telah mencapai puncak kesucian, kehormatan, rasa malu dan kesopanan sampai berabad-abad, lalu bagaimana dengan masa sekarang ini? Menurut saya sudah tidak lagi sebagai mana kita lihat fenomena dari kebanyakan orang terutama para remaja saat ini tidak melakukan tradisi ini, mereka lebih mengarah kepada budaya yang kebarat-baratan yang sangat jauh dari ajaran kita dan tradisi kita dalam islam. Olehnya itu kita sebagai seseorang yang sadar akan hal itu marilah kita meneruskan tradisi yang selama ini telah memuliakan kita sebagai sorang perempuan agar tidak lenyap dan bisa di contoh oleh generasi kita kedepannya sampai tiba saatnya kehidupan dunia itu berakhir.

C.    Letak Kemuliaan Seorang Perempuan dalam Islam
           Kemuliaan seorang perempuan dalam pandangan islam terletak pada jilbabnya. Jilbab adalah identitas kemuliaan seorang muslimah, dan sekaligus benteng mereka dari berbagai gangguan orang-orang jahat yang mempunyai niat jahat kepada mereka. Maka maha benarlah Allah swt dalam firmannya:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang (Q.S Al-Ahzab:59).[3]
           Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa jilbab mereupakan lambang keislaman sekaligus benteng pertahanan dan perlindungan bagi seorang perempuan yang soleh, dari jilbab inilah mereka akan di kenal identitasnya.
           Adapun pemuliaan seorang perempuan dalam islam pada area poligama dijelaskan bahwa ketika seorang laki-laki beristeti lebih dari satu hendaklah mereka berbuat adil kepada isteri-isteri mereka, apabila seorang laki-laki tidak mampu berlaku adil maka cukuplah mereka menikahi seorang perempuan saja. Sebagaimana firman Allah swt dalam alquran surah Annisa ayat 3 sebagai berikut:
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلا تَعُولُوا
Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.[4]
           Begitu di muliakannya perempuan dalam islam, bahkan para suami, yaitu yang paling berhak atas isteri-isteri mereka, tetap diperintahkan oleh Allah swt untuk tidak boleh berbuat sewenang-wenang kepada isteri mereka.
           Dari uraian di atas, jelaslah bahwa begitu dimuliakanya seorang perempuan dalam islam sehingga mereka para suami pun tidak bisa sewenang-wenang terhadap isterinya sendiri. Oleh karena itu patulah kita bersyukur karena telah memeluk agama islam, yang begitu memuliakan kita.

BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari beberapa uraian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa kemuliaan seorang wanita dalam pandangan islam terletak pada kesholehannya, jilbabnya, dan kemampuannya dalam menjaga diri, mendidik anak bagi yang sudah berkeluarga, serta menutupi auratnya agar terlindung dari orang-orang yang berniat jahat padanya. Sebagaimana kita sudah mengetehui dari beberapa uraian di atas bahwa perempuan dulunya tiga berharga dibumi ini sebelum islam datang tapi setelah islam datang para perempuan pun di angkat derajatnya dan sangat di muliakan di sisi Allah swt, olehnya itu marilah kita sama-sama menjaga semua ini agar kejadian yang terjadi beberapa abad yang lalu tidak terulang kembali. 
B.       Saran
Dari uraian latar belakang sampai simpulan, penulis berharap agar dengan adanya tulisan ini pembaca dapat menyadari bahwa dalam hidup ini kita harus menjaga segala dari dirinya sebagai sorang perempuan dan jika dia adalah seorang lelaki sekiranya bisa menghargai seorang perempuan karena kemuliaan seorang perempuan itu tergantung dari caranya menjaga diri dan terhindar dari hal-hal yang dapat membuat kemuliaannya dan keistimewaannya itu hilang karena salah satu yang dapat membuat hal itu hilang adalah seorang lelaki.
DAFTAR PUSTAKA

 Zaid Abu Syaikh Bakar, bin Abdullah. Menjaga Citra Wanita Islam. Cet. I; Jakarta, 2003.
Efendi, Sofyan. Hadis Web. http://opi.110mb.com, 2006.
Nur Abduh, Muhammad. Persaksian Perempuan dalam Alquran: Makassar Alauddin University Press: 2012.      




    [1] Muhammad Nur, Abduh persaksian perempuan dalam alquran  (Makassar: Alauddin University press 2012) h.1

[2] Syaikh Bakar bin Abdullah Abu Zaid Menjaga citra wanita islam  (Cet. I; Jakarta: 2003), h.189
[3] Sofyan Effendi , Hadis Web (Disusun Sejak Tanggal27 Maret 2006 Email: Sofyan@Madinah.cc). Http://Opi.110mb.com/ Last Ubdate: 11 Juli 2007

[4] Sofyan Effendi , Hadis Web  (Disusun Sejak Tanggal27 Maret 2006 Email: Sofyan@Madinah.cc). Http://Opi.110mb.com/ Last Ubdate: 11 Juli 2007.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar